BY.DETIUS Yoman
“Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.” (Kolose 3:23)
Suatu malam sepasang suami istri tua memasuki sebuah lobi hotel kelas melati, di Philadelphia Amerika. Mereka berkata kepada resepsionis hotel , “Semua hotel besar di kota itu telah terisi penuh! Bisakah Anda menyediakan satu kamar saja buat kami?” Sang resepsionis hotel menjawab,“Maaf, semua kamar kami telah dipesan jauh-jauh hari, ada tiga event besar digelar bersamaan di kota ini sekarang. Tetapi saya tidak tega membiarkan Anda kehujanan di tengah jalan pada dini hari seperti ini. Maukah Anda berdua menginap di apartemen saya?” jawab resepsionis itu. Orang tua itu pun mengangguk setuju dan terlihat sangat senang.
Keesokan harinya, pasangan sumi istri itu berpamitan kepada resepsionis dan berkata, “Anda seharusnya menjadi pemimpin hotel terbaik di Amerika, saya ingin membangun hotel yang megah untuk Anda kelola.” Pegawai hotel hanya tersenyum, ia pikir mungkin itu hanya kata-kata pujian semata. Namun, dua tahun kemudian, datanglah sepucuk surat undangan kepada resepsionis hotel tersebut disertai selembar tiket untuk terbang ke kota New York. Ia tiba di NY dan diajak berjalan ke sudut jalan Fifth Evenue Thirty-Fourth Street. Pak Tua menunjukkan sebuah bangunan baru yang luar biasa megah. “Itu hotel yang saya janjikan dua tahun lalu. Mulailah Anda kelola sekarang.” George Charles Bold, bekas karyawan hotel melati itu menerima tawaran dari Mr. William Waldorf Astor pemilik dari banyak hotel Waldorf Astoria yang terkenal sangat megah di beberapa negara.
George Charles Bold telah bekerja melampaui kewajiban dan tugas tanggung jawabnya. Ia sanggup memberi lebih kepada orang yang membutuhkan bantuan dan pelayanannya bahkan melampaui batas kewajibannya,karena ia rela berkorban demi memuaskan dan memenuhi kebutuhan orang yang dilayaninya. Kesuksesannya datang saat ia memberikan pelayanan yang terbaik.
Allah sudah terlebih dahulu memberikan yang terbaik bagi kita (Yoh. 3:16). Alkitab mengajarkan agar kita melakukan segala sesuatu seolah-olah untuk Allah dan bukan untuk manusia (Kol 3:17,23). Sudahkah kita memberikan pelayanan yang terbaik bagi Allah dan sesama?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar